Skip to content
pria sedang bermain game shooter

Fitur

10 Game FPS Online dan Offline yang Bikin Nagih

Cuma tembak-tembakan aja kan? Ini mah game gampang!” Eits, tunggu dulu bro. Game FPS nggak cuma asal nembak. Dibutuhkan insting tajam, refleks mantap, dan juga strategi ciamik untuk memenangkan game semacam ini. Kalau lo emang demen atau mau coba main game FPS (atau game tembak-tembakan), liat nih rekomendasi Axe!

Banyak orang menyebut game FPS sebagai game tembak-tembakan. Ya nggak salah sih, tapi kalau mau lebih tepat, game FPS adalah singkatan dari game First Person Shooter. Dengan kata lain, perspektif game ini diambil dari view atau sudut pandang depan karakter lo. Game ini melibatkan pertarungan menembak yang dilakukan player vs player atau player vs AI (komputer).

Nggak kalau dari game MOBA yang booming banget di Indonesia, game ini juga masih punya penggemar sendiri. Ada yang emang setia main game beginian dari dulu atau setia memainkan game ini kalau lagi bosan sama game MOBA. Hehe.

Yang bikin game ini asyik untuk dimainkan tentu saja sudut pandang first person ini. Lo dibikin merasakan langsung ketegangan dan adrenaline rush. Makanya nih, kebanyakan game FPS dibuat dengan grafis yang bagus dan detail.

Nggak Cuma Asal Nembak

Sama seperti game lainnya, game dengan genre FPS sebenarnya punya banyak manfaat. Selain bersosialisasi, ada beberapa sisi posifit dari ‘pelatihan’ soft skill di game ini.

  • Meningkatkan kemampuan kognitif
    Kemampuan kognitif ini melibatkan kemampuan proses berpikir, yang mencakup kemampuan mengingat, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. Keren ya?
    Namanya juga game, lo pasti ditantang untuk menyelesaikan sesuatu. Untuk melakukan ini, lo kan harus mikir. Apalagi lo diberikan sudut pandang orang pertama yang bikin lo harus putar otak sendiri.
  • Mempertajam fokus dan refleks
    Di game ini, siapa yang main santai dan kurang gercep, pasti cepat die. Fokus dan refleks cepat dibutuhkan di sini dan itulah yang lo pelajari dari game tembak-tembakan.
  • Belajar mengontrol emosi
    Main game pasti melibatkan emosi, apalagi kalau adrenalin lo lagi naik. Kalau kata Bryant McGill, “Your calm mind is the ultimate weapon against any challenges. So relax.”
  • Melatih kemampuan berpikir taktis
    Kalau lo main game ini dalam mode battle royale, lo bakal belajar lebih sabar sekaligus bermain strategis. Melawan ratusan orang dan lo harus jadi pemenang dengan bertahan hidup seorang diri? Yah, lo mesti pintar-pintar memilih waktu kapan harus menyerang player lain, kapan harus sembunyi, menunggu waktu yang tepat, atau menentukan strategi bareng teman setim. 

Rekomendasi Game FPS

Gamer ‘sepuh’ pasti paham kalau Axe nyebut Wolfenstein 3D. Yes, game legendaris yang rilis di tahun 1992 ini memang sering disebut-sebagai sebagai pelopor game FPS pertama. Begitu juga kalau yang disebut adalah Counter-Strike yang rilis tahun 2000. Kalau lo pernah main game ini pada masanya, umur lo ketauan bro!

Kalau sekarang, ada banyak game yang bisa lo coba mainkan, mau itu di PC atau di handphone, online ataupun offline. Daripada lo bingung, lo cobain aja nih pilihan game dari Axe!

  1. PUBG (PlayerUnknown’s Battlegrounds)
    Developer: PUBG Corporation

    Sering jadi bahan pembicaraan di Indonesia (yang katanya mau diblokir), apakah lo udah pernah mencoba langsung game ini? Inspirasi dari game ini adalah film asal Jepang Battle Royale, yang menantang lo untuk menjadi satu-satunya orang yang bisa bertahan hidup di dalam ‘permainan’. Konsep dan desainnya dipikirkan secara matang oleh Brendan Greene yang punya nickname PlayerUnknown.

    Game ini dirilis tahun 2017 untuk PC dan console. Baru pada tahun 2018 lalu, game ini dirilis untuk versi mobile. Meledak di pasaran? Banget. PUBG Mobile menjadi mobile game yang paling banyak didownload kedua pada tahun ini, dengan total hampir 300 juta download kalau dijumlahkan. Game ini bahkan menang penghargaan untuk kategori best Mobile Game pada 36th Golden Joystick Awards tahun 2018.

    Secara gameplay dan grafis, PUBG memang menarik, karena lo bisa pilih model yang lo mau. Mau main solo, bareng partner lo berdua, atau satu geng yang berisi 4 orang. Lo bisa pilih perspektif dari first person atau third person. Game selalu dibuka dengan karakter lo yang melakukan terjun payung ke area pertempuran.

    Lo hanya akan dilengkapi dengan peralatan standar yang bisa lo upgrade dengan ngumpulin senjata tersembunyi di area. Kalau lo berhasil mengalahkan lawan, barang-barang mereka pun bisa lo ‘jarah’. Gimana, mau coba main?
  2. Call of Duty
    Developer: Infinity Ward, Treyarch, Sledgehammer Games

    Game ini punya versi PC dan mobile. Kalau versi PC dan console, Call of Duty pertama kali dirilis tahun 2003 dengan latar belakang Perang Dunia ke-2. Karena langsung booming, game ini jadi begitu disukai dan merilis berbagai seri, seperti Modern Warfare atau Black Ops.

    Untuk versi mobile, Call of Duty sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun lalu dan judul terakhir yang dirilis adalah Call of Duty: Mobile pada tahun lalu. Kalau menurut gamer nih, banyak orang awam yang jadi main game FPS (beserta seri Call of Duty lainnya) karena mencoba versi mobile yang ini.

    Versi ini sebenarnya mirip dengan seri yang sudah ada dengan mode PvP biasa atau mode battle royale dengan 100 pemain dalam sekali play. Lo bisa modifikasi peralatan dan perlengkapan lo sendiri. Secara gameplay, Call of Duty: Mobile asyik kok untuk dijajal. Nggak ribet!
  3. Dead Effect 2
    Developer: BadFly Interactive, a.s.

    Game ini dirilis tahun 2015 untuk iOS dan Android, tapi dibikin juga versi Windows, OS X, Xbox One, dan PlayStation 4 beberapa tahun kemudian saking booming-nya. Untuk memainkan game ini, lo bisa pilih platform yang mana aja. Kalau biasanya game FPS punya setting dunia perang, ini adalah salah satu game tembak-tembakan dengan genre horor.

    Lo bisa pilih mode klasik atau story mode dengan memainkan karakter tertentu. Nah, karakter ini punya kelebihan masing-masing. Ada yang pakai shotgun, ada yang pakai hand weapon yang lebih ke pertarungan jarak dekat.

    Katanya nih, Dead Effect 2 bakal dibikin sekuelnya dengan nama Tau Ceti yang direncanakan rilis tahun ini. Ceritanya mungkin beda, tapi dunianya masih sama. Bikin penasaran nggak sih?
  4. Doom Eternal
    Developer: id Software

    Game ini punya sejarah panjang yang dimulai dari tahun 1993, dari game MD-DOS, Sega console, Atari, Nintendo, PlayStation, Game Boy, Xbox, sampai Android. Semua pernah punya jejak Doom! Kalau lo udah familier dengan kisah dan latar belakang Doom, maka lo pasti udah tau kalau Doom Eternal baru aja dirilis bulan Maret tahun ini.

    Menjadi sekuel untuk Doom yang rilis 2016, game ini juga sekaligus menjadi seri utama yang ke-5. Kisahnya masih seputar Doom Slayer dengan sudut pandang first person. Di seri ini, lo bisa pakai berbagai macam senjata, dari yang kelas ringan sampai yang kelas berat.

    Beda dengan seri sebelumnya, Doom Eternal menawarkan beberapa fitur baru, seperti memanjat dinding, lari cepat, dan gerakan berayun. Ada juga musuh baru, seperti Marauder dan Doom Hunter.

    Game ini bukan untuk mobile, karena hanya dirilis di platform Microsoft Windows, PlayStation 4, Stadia, Xbox One, dan Nintendo Switch (baru rencana).
  5. Half-Life: Alyx
    Developer: Valve

    Pernah denger game MOBA populer DotA 2? Nah, kedua game ini punya developer yang sama. Half-Life menjadi debut game mereka alias game pertama yang dirilis oleh Valve di tahun 1998. Dirilis untuk PC, game ini punya bumbu horor yang okelah untuk bikin lo makin tegang.

    Saking populernya, game ini jadi menginspirasi penggemarnya untuk bikin game baru, seperti Counter-Strike, Day of Defeat, dan Sven Co-op. Meski terinspirasi, ketiga game ini akhirnya jadi game yang beneran berdiri sendiri.

    Nah, untuk Half-Life: Alyx, game ini baru dirilis bulan Maret tahun ini dan latar belakang ceritanya ada di antara Half-Life (1998) dan Half-Life 2 (2004). Karakter yang lo mainkan adalah Alyx Vance yang punya misi untuk merebut senjata dari musuh.

    Game ini hanya dirilis untuk Microsoft Windows dan Linux. Standar sih, tapi yang bikin game ini beda dari yang lain adalah fitur VR atau Virtual Reality. Yes, bro, lo bisa main game ini pake VR headsets yang bikin lo makin ngerasain ketegangan dan keseruan misi lo. Nggak heran kalau game ini punya rating yang bagus dari komunitas gamer. Gokil banget untuk bagian grafis, dubbing, skenario, dan atmosfer yang dibangun!
  6. Hitman: Sniper
    Developer: Square Enix Montreal

    Dirilis tahun 2015, game ini hanya bisa dimainkan di Android lewat Google Play dan iOS. Maklum saja, ini mobile game bro. Di game ini, lo akan memainkan karakter Agent 47 yang berusaha menyelesaikan misi menghabisi beberapa target. Nggak cuma dari senjata, lo bisa memanfaatkan sikon untuk menghabisi musuh. Mesti kreatif lah bro, namanya juga agen khusus. Hehe.

    Banyak gamer yang suka ama game ini karena simpel dan puzzle-nya menantang. Kalau untuk level action dan keseruan tembak-tembakannya, ada kemungkinan lo lebih suka game lain. Tapi kalau lo suka kombinasi genre FPS dan puzzle, lo mesti cobain game ini.
  7. Modern Combat 5: Blackout
    Developer: Gameloft

    Game ini adalah seri Modern Combat yang bisa dibilang paling populer ketimbang pendahulu atau penerusnya. Secara cerita dan gameplay, Modern Combat cukup mirip dengan Call of Duty atau Battlefield. Lo bakal melawan teroris dan bakal ada beberapa misi penting dalam beberapa tempat yang beda-beda.

    Yang Axe suka dari seri ke-5 ini adalah pilihan skill untuk karakter yang kita mainkan. Lo bisa pilih sendiri, karakter lo bisa ngapain aja dengan memilih skill itu. Pilihannya ada Assault, Heavy, Sniper, Recon, Support, Bounty Hunter, Sapper, X-1 Morph, Kommander, and Maraude. Senjata yang lo pakai jadi menyesuaikan dengan skill lo ini. Keren kan?

    Nggak cuma itu, tiap misi lebih pendek ketimbang seri pendahulunya. Game ini memiliki fitur menarik allies, yaitu teman yang bakal ngikutin lo sepanjang misi dan bisa bantuin lo juga kalau lo terlihat pertempuran.
  8. Overwatch
    Developer: Blizzard Entertainment, Iron Galaxy

    Yang suka mobile game, minggir dulu, karena Overwatch hanya bisa dimainkan di Windows, PlayStation 4, Xbox One, dan Nintendo Switch. Dirilis tahun 2016 (dan 2019 untuk Nintendo Switch), Overwatch cukup sukses saat perilisan. Bayangin aja, saat beta testing, ada hampir 10 juta pemain yang nyoba!

    Selain itu, di tahun pertamanya aja, Blizzard Entertainment ngeklaim kalau mereka mampu meraup keuntungan lebih dari 1 miliar USD. Dari data tahun 2016, mereka juga punya lebih 50 juta pemain di seluruh dunia. Mantul bro!

    Banyak yang bilang kelebihan Overwatch ada pada gameplay yang asyik, bisa dimainkan secara gratis, desain karakter yang menarik, dan pilihan karakter yang banyak. Saking populernya, ada juga turnamen esport untuk game ini: Overwatch League!
  9. Point Blank
    Developer: Zepetto

    Game asal Korea Selatan ini pertama kali debut tahun 2008 dan hanya bisa dimainkan melalui platform Microsoft Windows. Online game ini mirip banget dengan Counter-Strike. Ada fitur destruktif, setting tempat yang juga dinamis, karakter yang punya background cerita kuat, dan juga pengaturan skill sendiri.

    Di game yang satu ini, lo bisa pilih mau masuk tim mana: CT-Force (tim anti-teroris) atau Free Rebels (tim teroris). Mau lo pilih tim mana juga, lo bakal punya misi untuk menghancurkan lawan. Lo bisa pilih 1 dari 4 karakter yang ada. Ada juga karakter lain yang lebih yahud, tapi mesti lo beli pake duit beneran bro. Hehe.
  10. Valorant
    Developer: Riot Games

    Ini nih, game FPS yang sempet trending beberapa waktu lalu. Setelah melalui serangkaian uji coba sejak tahun lalu, Valorant akhirnya dirilis awal bulan Juni tahun ini untuk Microsoft Windows. Setting game ini adalah di masa depan, dengan karakter lo sebagai seorang agen yang punya misi tertentu. Pilihan karakternya dirancang cukup banyak dan menampilkan ciri khas dari berbagai negara.

    Mirip seperti game tembak-tembakan pada umumnya, karakter lo akan memulai semua mode dengan peralatan tempur seadanya. Tapi, yang bikin beda adalah kemampuan agen yang lo pilih. Kalau di game biasa, lo hanya bisa mengandalkan kemampuan diri sendiri. Kalau di Valorant, skill karakter lo juga penting bro.

    Dibikin oleh developer yang sama dengan League of Legends, game ini juga punya model 5v5. Ada juga mode bertarung dengan system battle royale. Meski baru, game ini cukup banyak disukai karena gameplay yang asyik dan nggak ribet.

Game semacam ini emang bikin lo lebih semangat. Tapi bro, jangan keasyikan main game offline atau online sampai lo lupa kegiatan real ya. Atur jadwal lo biar lo lebih disiplin dan jangan pernah meninggalkan mandi demi main game.

Pastikan lo pakai mandi pakai Axe Bodywash dan semprotin tuh Axe Ice Chill Deodorant Bodyspray yang wanginya segar dan bikin lo adem. Main lo jadi makin cool!