Skip to content
pria asia sedang berkencan dengan pasangan

Fitur

5 Gaya Pacaran Anak Gen Z, Bener Nggak Nih Bro?

Gen Z punya gaya pacaran yang lebih modern ketimbang milennial dan Gen X. Baca artikel ini sampai habis untuk tahu bedanya!

Banyak ahli yang bilang, anak Gen Z cenderung nggak serius saat berpacaran. Gaya pacarannya juga jauh lebih berani ketimbang Gen Y alias milennial. Hmm... Lo setuju nggak soal ini?

Sebelum ngobrolin lebih jauh soal gaya pacaran Gen Z, mendingan kita perjelas dulu soal Generation Cohort atau Kohor generasi. Lo udah paham soal teori ilmu sosial ini, belum?

Kenalan dengan Pembagian Kohor Generasi

 Lo nggak tau lo masuk generasi mana? Nih, Axe kasih tau detailnya.

  • Baby Boomers. Lahir antara 1944-1964. Saat ini berusia antara 57 - 77 tahun.
  • Gen X. Lahir antara 1965-1979. Saat ini berusia antara 41 - 55 tahun.
  • Gen Y (Millennial). Lahir antara 1980 - 1994. Saat ini berusia antara 26 - 40 tahun.
  • Gen Z. Lahir antara 1995 - 2015. Saat ini berusia antara 5 - 25 tahun.

(Foto: Shutterstock.com)

sekelompok pria dan wanita sedang hangout bareng

Gimana Sih, Gaya Pacaran Anak Gen Z Masa Kini?

Ya, namanya juga anak muda. Pacaran jadi bumbu kehidupan yang bikin masa remaja lo terasa lebih indah dan berwarna.

Secara teori, pacaran adalah proses perkenalan sebelum melangkah ke jenjang serius. Namun, makna pacaran yang sesungguhnya mulai bergeser di kalangan Gen Z. Kalau menurut para ahli sih, hal ini perlu diwaspadai karena cukup 'berbahaya'. Jadi, seperti apa sih gaya pacaran Gen Z di era modern ini?

Ketimbang berlama-lama, kuy kita kupas satu per satu!

  1. Cenderung Susah Diajak Serius atau Berkomitmen
    Gen Z punya rasa ingin tahu yang tinggi. Apalagi di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kemudahan mendapatkan bantuan Mbah Gugel. Semua bisa ditemukan lewat internet! Termasuk gebetan dan pacar baru, hehe.

    Sayangnya, kebiasaan ini bikin Gen Z gampang bosan dan berpaling ke lain hati. Mereka jadi sulit membina hubungan serius yang membutuhkan komitmen di dalamnya. Tiga bulan jadi usia pacaran rata-rata Gen Z masa kini. Nggak perlu kosong dan galau lama-lama, karena selalu ada gebetan baru yang bisa dikejar. Pendapat lo soal ini gimana, bro?
  2. Terbiasa dengan Online Dating
    Hari gini, aplikasi online dating udah banjir di mana-mana. Tinder, OKCupid, Coffee Meets Bagel, Bumble, Tantan, Dating, Paktor, Setipe, Badoo, dan masih banyak lagi. Rata-rata Gen Z seenggaknya pasti punya 3 online dating apps di smartphone masing-masing! Sehingga, jadian berkat online dating apps udah bukan hal tabu lagi di kalangan Gen Z. Udah biasa!

    Sayangnya, fungsi online dating apps nggak cuma dipakai buat cari pacar. Namun juga sarana untuk mencari 'selingan' alias selingkuhan saat bosan melanda. Waduh..
  3. Ekspresif di Media Sosial
    Yes, you read it right. Gen Z jauh lebih ekspresif dan terbuka di media sosial. Nggak cuma update foto bareng pacar di feeds dan story Instagram, Gen Z juga suka PDA (Public Display Affection) di Tik Tok! Bahasa simpelnya sih, gaya pacarannya udah kebarat-baratan banget. Saat lagi sayang-sayangnya, Gen Z nggak segan mengungkapkan perasaannya kepada sang pacar lewat medsos. Sebagian bahkan menjadikan ini sebagai konten pamer biar tetap eksis dan dapet banyak likes di Instagram. Seperti bela-belain bikin surprise heboh untuk pacar yang sedang birthday, pamer candle light dinner di restoran mahal saat anniversary, sampai berpose semesra mungkin biar dapet pujian 'relationship goals' dari orang-orang.

    Gen Z juga peduli banget soal penampilan. Mulai dari OOTD sampai bau badan, semua diperhatikan dengan baik. Salah satu yang sering dikantongin adalah Axe Parfum Saku Black yang praktis diselipin dalam kantong. Wanginya mewah, berkelas, dan bikin lo selalu ready ketemu siapa aja tanpa ngeri bau badan! Namun, aktifnya Gen Z di medsos juga jadi pedan bermata dua. Karena Gen Z nggak segan memonitor  semua akun medsos milik pacarnya. Alias: gaya pacaran posesif!
  4. Lebih Terbuka Soal Seks
    Beda dari Boomers, Gen X, dan Gen Y yang masih jaim dan menganggap seks sebagai topik tabu, Gen Z justru sebaliknya. Mereka aktif mencari informasi atau mengedukasi diri sendiri soal pengetahuan seks lewat Google. Mereka juga menganggap seks bukanlah hal yang memalukan untuk dibahas. Hal ini juga disebut ikut mempengaruhi gaya pacaran Gen Z masa kini. Hm... What do you think?
  5. Selektif Memilih Pacar
    Lho, kok? Bukannya di poin pertama Axe bilangnya Gen Z gampang bosan dan susah diajak komitmen? Eits, jangan buru-buru protes dulu, bro. Terpapar teknologi dan informasi sejak dini bikin Gen Z melek banget soal isu sosial. Tanpa sadar, mereka jadi menyeleksi calon gebetan atau pacarnya berdasarkan pilihan politik atau ideologi masing-masing.

    Faktor yang dijadiin bahan pertimbangan udah bukan sekadar muka cakep atau tajir doang. Namun udah merembet pada isi kepala alias intelektual. Pilihan politiknya sama, nggak? Orangnya bisa diajak ngobrol panjang lebar soal isu sosial, nggak? Update tentang problem terkini dunia, nggak?

    Otomatis, gaya pacaran Gen Z cenderung diisi dengan percakapan berat soal banyak hal. Kompleksitas inilah yang akhirnya bikin Gen Z dicap sering pacaran untuk 'lucu-lucuan' atau sekadar mengisi kekosongan semata. Soal hal ini, Gen Z dinilai lebih realistis ketimbang milennial yang idealis. Generasi termuda ini percaya kalau ‘isi kepala’ lah yang bertahan selamanya. Muka cakep bakalan pudar, namun menemukan pasangan yang asyik diajak ngobrol ngalor ngidul saat badan udah nggak kuat ke mana-mana lagi saat tua nanti jauh lebih penting!

Gimana, apakah lo yang termasuk anak Gen Z setuju dengan bahasan di atas?